Hello
INFORMASI
FPSB Indonesia masih menerapkan WFH, Silahkan hubungi kami melalui WA +6281211116624 atau email info@fpsbindonesia.net.
Publik & Media

Langkah-Langkah Penting Agar Distribusi Kekayaan Berjalan Lancar

Diposting oleh FPSB Indonesia pada December, 19 2021

Setiap orang pasti akan mengalami kematian, meski tidak pernah tahu kapan waktunya. Untuk menghadapi kondisi itu, penting bagi kita menyiapkan distribusi kekayaan agar harta kita berpindah ke tangan yang tepat.

Perencanaan distribusi kekayaan atau estate planning harus disiapkan setiap individu, sama halnya memiliki perencanaan arus kas, proteksi, investasi, pensiun, hingga pajak.

Perencanaan distribusi kekayaan penting dilakukan agar kekayaan yang kita miliki, dapat dipindahkan ke pihak yang dituju sesuai keinginan. Perencanaan ini juga ditujukan untuk memitigasi konflik perebutan harta antara orang-orang tercinta yang kita tinggalkan.

"Merencanakan distribusi kekayaan harus segera dan sedini mungkin. Warisan terjadi karena seseorang meninggal, di mana meninggal pasti terjadi, hanya tidak tahu kapan waktunya dan bagaimana meninggalnya. Bisa jadi karena sakit, dan sakit butuh uang, maka perlunya asuransi," jelas Tri Djoko Santoso, CFP®, Ketua Financial Planning Standard Board Indonesia (FPSB) dalam sesi IG Live bersama Perencana Keuangan Lifepal.co.id, Aulia Akbar CFP®.

Praktisi senior ini memaparkan alasan mengapa asuransi menjadi bagian penting dalam perencanaan distribusi kekayaan. Dia juga memaparkan apa saja produk asuransi yang penting untuk dimiliki.

"Salah satu fungsi asuransi adalah agar harta dimiliki tidak susut. Asuransi jiwa dibutuhkan agar ketika orangtua meninggal, keluarga tercinta tetap punya pegangan. Sumber kebangkrutan sebuah keluarga karena waktu sakit tidak memiliki cukup uang untuk membayar tagihan medis. Karena itu, dibutuhkan asuransi kesehatan sebagaimana produk asuransi menjadi proteksi," ungkapnya.

Lebih lanjut, figur yang tidak asing lagi di dunia IT dan keuangan itu memaparkan langkah-langkah yang harus dijalani agar perencanaan distribusi kekayaan berlangsung lancar.

Rencanakan Distribusi Kekayaan saat Keuangan Stabil

Saat Anda memasuki usia di mana keuangan mulai stabil, maka mulailah melakukan perencanaan distribusi kekayaan.

Jika tidak melakukan perencanaan ini sama sekali, maka hampir dipastikan kekayaan tidak dapat terdistribusi dengan baik. Proses pembagian kekayaan tidak akan sesuai dengan yang diharapkan.

“Distribusi kekayaan itu suatu ilmu kompleks di dalam ilmu perencanaan keuangan. Catat secara detail. Jadi harus punya neraca keuangan,” ungkapnya.

Distribusi Melalui Surat Wasiat

Hukum waris di Indonesia dibagi menjadi tiga macam yaitu hukum waris perdata, hukum waris Islam, dan hukum waris adat. Pewaris diberi kebebasan untuk memilih hukum yang dia kehendaki.

Di saat pemilik harta masih hidup, pemilik harta bisa melihat anak yang mana yang lebih memerlukan bantuan finansial, dan mereka pun bisa melakukan pemberian hadiah atau hibah sebelum wafat. Pada dasarnya hibah dan hadiah merupakan sebuah proses distribusi kekayaan saat pemilik harta masih hidup.

Disebut hibah apabila proses pembuktian distribusinya menggunakan proses akta seperti halnya, hibah untuk aset rumah, tanah, perkantoran, mobil, dan lainnya. Namun pemberian hadiah umumnya tidak perlu menggunakan pembuktian akta, contohnya adalah hadiah perhiasan, logam mulia, atau barang lainnya.

Salah satu manfaat hibah adalah untuk menghindari perebutan kekayaan di kemudian hari, yang terjadi antara orang-orang yang dicintai. Proses hibah maupun pemberian hadiah itu sendiri tentu berada di bawah kendali pemilik harta.

Jika pemilik harta menghendaki perpindahan kekayaan setelah meninggal, maka sangat disarankan membuat surat wasiat demi memperlancar proses distribusi kekayaan terhadap pihak-pihak yang dikasihinya.

Surat wasiat merupakan surat pernyataan dari seorang pewaris tentang apa yang dikehendaki sesudah dirinya wafat dan sebaiknya disahkan oleh Notaris agar kelak dapat menjadi alat pembuktian yang sah di mata hukum.

Penunjukkan seorang atau beberapa orang menjadi penerima wasiat menjadi poin penting yang ada di wasiat.

Namun, penunjukan penerima wasiat tidak boleh mengurangi bagian mutlak (Legitieme Portie) yang diperuntukkan bagi para ahli waris, sebagaimana yang diatur oleh hukum yang berlaku.

Utang Bisa Diwariskan

Karena utang bisa diwariskan, maka akan lebih bijaksana untuk memberikan warisan berupa asuransi, dalam hal ini asuransi jiwa.

Produk asuransi jiwa akan memberikan Uang Pertanggungan (UP) saat Tertanggung mengalami kematianm sehingga bisa dijadikan peninggalan berharga bagi orang terdekat ditinggalkan.

“Utang sebetulnya bisa diwariskan. Hanya saja, kita tidak boleh mewariskan utang karena itu akan membebani. Untuk itulah peran asuransi jiwa yang utamanya agar tidak membebani utang kepada keluarga,” imbuh Tri Djoko.

Perhitungkan Detail Semua Biaya yang Dikeluarkan

Distribusi kekayaan jelas membutuhkan biaya. Dalam hal ini, biaya tersebut adalah pajak.

Karena itu, asuransi jiwa berperan penting di sini. Di mana uang pertanggungan dari asuransi jiwa yang dicairkan sepeninggal sang pemilik, akan sangat berguna bagi ahli waris untuk melancarkan proses distribusi kekayaan. Tentu saja dalam hal yang berkaitan dengan membayar pajak.

Bagi yang belum memiliki asuransi jiwa, alangkah baiknya mulai mempertimbangkan untuk memilikinya. Namun, sebelumnya ketahui terlebih dahulu berapa uang pertanggungan yang Anda inginkan untuk diberikan kepada ahli waris Anda kelak.

Itulah beberapa hal yang harus Anda ketahui seputar perencanaan distribusi kekayaan.

Catatan Penulis

Tips ini dibuat oleh Aulia Akbar CFP®, AEPP®, Financial Educator dan Perencana Keuangan Lifepal sebagai bagian dari kolaborasi bersama FPSB.